Kamis, 23 November 2017



SMAN 1 JATIROGO
                                ( SMAJA MERAIH ASA )






SEJARAH ASAL-USUL DESA WOTSOGO KECAMATAN JATIROGO
KABUPATEN TUBAN


Tulisan ini merupakan karya siswa-siswi smaja Jatirogo dalam menyelesaikan tugas penelitian  mata pelajaran sejarah. Cerita yang di sini masih sangatlah sederhana sehingga perlu kajian lebih mendalam dengan tinjauan ilmiah, karena dalam penggalian data terutama sumber sejarahnya hanya di dapat dari tradisi lisan/tutur . Tradisi Lisan yaitu pesan atau kesaksian yang di sampaikan secara turun temurun dari satu generasi ke generasi seterusnya. Dalam hal ini cerita yang di sampaikan merupakan bagian dari sejarah lokal yang mana akan menjadi cikal bakal sejarah nasional, serta dapat menambah pengetahuan, wawasan dan pengalaman tentang kebudayaan khususnya di kabupaten Tuban.   
                                    
1.      Kronologi Asal-Usul Desa Wotsogo menurut Kaur Desa setempat
WOTSOGO , dulu berasal dari nama pohon. Pohonnya disebut pohon Sogo sedangkan Wot dalam kata jawa yang berarti Jembatan.  Tokoh pertama pendiri desa wotsogo ini adalah Mbah Buyut Sami seorang perempuan, tetapi di lingkungan sekitar atau masyarakat kenal dengan sebutan Mbah Buyut Santri. Kemudian terjadi perkembangan yang pesat akhirnya mbah buyut santri dengan bantuan warga di buat jembatan.
Konon, dulu pohon sogo banyak hidup di daerah wotsogo. Selain itu mbah buyut Santri mempunyai petilasan, lokasi petilasan berada di lapangan sebelah Selatan dulu hanya satu wilayah mbah buyut Santri  ingin mengembangkan wilayahnya dengan membuat jembatan. Tahun berdirinya jembatan menurut peraturan daerah 1958, wotosogo merupakan desa pertama.  Mbah buyut Sami dimakamkan di pemakaman umum arah ke Selatan.
Perkembangan di daerah petilasan mulai pesat yang akhirnya para masyarakat bermusyawarah dan berunding untuk membangun sebuah desa dan jembatan. Setelah itu beberapa masyarakat sepakat menamakan desa WOTSOGO. Kepala desa pertama di desa Wotsogo bernama pak Ahmad. Tempat pertama mereka singgah dulunya bernama Klangon, Klangon berasal dari kata Klangenan yang berarti Kesukaan.

2.       Versi Lainnya menurut Warga setempat
Alkisah, Sunan Bonang bersama pengikutnya ingin melakukan perluasan agama islam di wilayah Tuban Selatan. Dalam perjalanan mereka terus melakukan dakwah kepada orang yang mereka temui untuk masuk islam, hingga sampailah mereka di pinggir sungai yang memiliki aliran yang cukup deras. Mereka harus menyeberangi sungai tersebut untuk melanjutkan perjalanan, tetapi sungai itu tidak ada jembatan yang akan mereka gunakan untuk menyeberang .
 Mereka pun memikirkan bagaimana caranya menyeberang tanpa membangun jembatan karena pasti akan memakan waktu yang cukup lama. Saat itu Sunan Bonang melihat ada kayu yang cukup besar hanyut terbawa arus Sunan Bonang mengutus para pengikutnya untuk menghentikan kayu tersebut. Disaat mereka menghentikannya, para pengikut Sunan Bonang pun sadar bahwa kayu itu bukan sembarang kayu melaikan kayu sogo , kayu langka yang dapat mengapung di air.
Mereka menyuruh Sunan Bonang untuk menaiki kayu tersebut dan menjaganya agar tidak tercebur ke sungai. Sesampainya diseberang sungai mereka bingung, ingin diapakan kayu besar itu. Sunan Bonang pun mendapat ide yang tidak di duga pengikutnya, supaya kayu itu dapat berguna bagi masyarakat sekitar sungai tersebut.
Dengan kesaktiannya, Sunan Bonang menanamkan kayu tersebut di tepi sungai agar kelak kayu tersebut dapat di jadikan Wot (dudukan), masyarakat yang  mandi di sungai itu. Dan akhirnya Sunan Bonang menamai desa tersebut dengan nama WOTSOGO yang artinya dudukan dari kayu sogo yang luar biasa. Dan sampai sekarang kayu  itu  asih ada walaupun di terjang banjir besar, kayu itu masih menancap dengan kuatnya.